Opini : penyebab Mesin Klimov M-105 telat bersinar

20140416-004257.jpg

Mesin Piston V-12 Klimov M-105

Di postingan sebelumnya gue sudah menjelaskan mengapa Klimov M-105 menjadi mesin yang dibenci sekaligus disukai. Sekarang gue akan jelaskan singkat mengapa M-105 di awal perang malah tidak bisa beroperasi optimal

Pada masa awal operasi barbarossa di tahun 1941, mayoritas pesawat soviet adalah Polikarpov I-153 Chaika dan Polikarpov I-16 Ishak yang terbuat dari kayu plywood. Dan hanya sedikit fighter yang lebih modern yang siap tempur seperti Lavochkin-Gorbunov-Gudkov LaGG-1 dan LaGG-3, Mikoyan-Gurevich MiG-3 dan Yakovlev Yak-1. LaGG-3 dengan segala keterbatasannya adalah salah satu yang paling vital perannya di jajaran front line aviation regiment selama 1941 sampai 1943. Yang membuat mesin M-105 tidak bisa beroperasi optimal adalah Karakteristik LaGG-3 sendiri yang konstruksinya terbuat dari kayu, yang membuatnya jauh lebih berat dibanding alumunium dengan volume yang sama. Keterbatasan produksi dan ketersediaan stok alumunium pada masa awal perang menyebabkan pesawat yang berbahan kayu seperti LaGG-3 harus terus diproduksi dan begitu pula mesin M-105 yang sebenarnya tidak cocok bagi karakteristik LaGG-3 itu sendiri

LaGG-3 sejatinya didesain untuk menggunakan mesin Klimov M-106 yang lebih powerful, namun dikarenakan M-106 terus dirundung masalah teknis dalam pengembangan dan operasionalnya, terpaksa Klimov M-105 yang lebih lemah dan sebenarnya tidak cocok bagi LaGG-3 dipasang ke pesawat itu. Hal itulah yang menyebabkan LaGG-3 pada awal 1942 sudah outclassed oleh pesawat pemburu jerman terbaru seperti Messerschmitt Bf-109F Fritz dan Focke-Wulf Fw-190A Wurger.

20140416-005114.jpg
Lavochkin-Gorbunov-Gudkov LaGG-3, Predator berat dengan mesin yang lemah.

Redesain airframe untuk meringankan bobot airframe LaGG-3 tidak memecahkan masalah ini, dengan memasang M-105PF yang lebih powerful pun tidak sempat diajukan karena M-105PF dialokasikan khusus untuk mentenagai pesawat pemburu Yakovlev seperti Yak-1, Yak-7, Yak-9. Barulah setelah dilakukan penggantian mesin ke Radial Engine Shvetsov ASh-82, dengan nama baru yaitu Lavochkin La-5, yang nantinya akan menelurkan dogfighter-dogfighter soviet paling handal di front timur sampai akhir perang. masalah pada LaGG-3 berhasil diatasi juga berkat industri yang selamat di pegunungan ural jauh dari jangkauan bomber jerman, produksi alumunium bisa digenjot sehingga pesawat seperti Yakovlev Yak-9 yang pas dengan karakteristik mesin M-105PF bisa terus diproduksi dan merajai udara di front timur. Bahkan Yakovlev Yak-3 yang bobotnya paling ringan diantara semuanya (2 ton) dan ditenagai mesin Klimov M-105PF2 dan M-105PF3 yang lebih powerful lagi (1600 hp) membuat Yakovlev Yak-3 menjadi dogfighter soviet paling disegani di akhir perang, apalagi setelah muncul versi yang menggunakan Mesin Klimov VK-107 yang power outputnya nyaris mencapai 2000hp membuat kemampuannya bahkan bisa menandingi North American P-51D Mustang menurut testimoni pilot pilot veteran.

(Sumber : wikipedia dan lainnya)

Fikri Muhammad Ghazi

Semarang, 14 April 2014

@comissarfoxtrot

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s