Opini : Polikarpov I-153 dan Polikarpov I-16 pada Fase Awal Operasi Barbarossa

20140415-185805.jpg
Polikarpov I-16 Ishak

tidak dipungkiri lagi, pada fase awal serbuan jerman ke uni soviet pada 22 juni 1941 itu adalah masa masa suram bagi Angkatan Udara Soviet (VVS). pertama adalah dikarenakan serangan mendadak yang dilancarkan luftwaffe ke base base pesawat tempur soviet yang tidak diduga dan keputusan stalin yang telat memerintahkan VVS untuk balik melawan pada jam jam pertama invasi.

sekitar 1800an pesawat tempur soviet, yang hampir semuanya adalah Polikarpov I-153 Chaika dan Polikarpov I-16 Ishak hancur berantakan di darat dan yang mengudara langsung ditembak jatuh oleh pesawat pemburu jerman, Messerschmitt Bf-109E. bagaimanakah pesawat ini melawan? simak perbandingan berikut ini
Polikarpov I-153 Chaika adalah pesawat tempur sayap ganda (Biplane) buatan uni soviet pada tahun 1939. merupakan pengembangan dari Polikarpov I-15 series. perbedaan utamanya adalah Polikarpov I-153 tidak lagi menggunakan telescopic Gunsight OP-1, melainkan PBP-1 reflector gunsight atau PKI Reflector gunsight. dan Polikarpov I-153 ditenagai Shvetsov M-62 Radial engine yang lebih powerful ddibaandingkan dengan Shvetsov M-25 pada Polikarpov I-15 series. lalu polikarpov I-153 dipersenjatai dengan 4 senapan mesin kaliber 7..62mm ShKAS yang jauh lebih powerful dan kencangg rate of firenya dibandinngkan dengan PV-1 yang mempesenjatai Polikarpov I-15 series. ketiga perbedaan mendasar ini membuat Polikarpov I-153 chaika bisa menandingi lawan lawannya yang menggunakan monoplane seperti Mistubishi A5M dan Biplane seperti Kawasaki Ki-10 Perry pada pertempuran khalkin gol antara jepang dan soviet di mongolia„ dimana I-153 mengandalkan kelincahannya untuk bermanuver dan menghindar dari kejaran pesawat lawan lawannya yang lebih kencang.

polikarpov I-16 adalah pesawat tempur monoplane buatan soviet yang terbang pertama kali tahun 1935.. pesawat yang terbuat dari kayu plywood ini dipersenjatai dengan 4 senapan mesin PV-1 kaliber 7.62mm pada versi awal (I-16 type 5) dimana 2 senapan mesin dipasang di Engine dan 2 senapan mesin dipasang di sayap. kemudian diganti lagi dengan 4 senapan mesin ShKAS kaliber 7.62mm yang jauh lebih powerful dalam hal rate of fire (I-16 type 18) dalam konfigurasi yang sama. dan pada versi akhir, diganti lagi dengan mengganti 2 senapan mesin ShKAS pada sayap dengan 2 kanon SVAK kaliber 20mm (I-16 type 24)

Sebelumnya, mengapa Senapan Mesin ShKAS saya pribadi mengatakan jauh lebih powerful dari PV-1 yang menggunakan kaliber yang sama (7.62x54mmR)? Dikarenakan kecepatan tembak (Rate of Fire) senapan mesin ShKAS jauh lebih kencang (1800 rpm) daripada PV-1 (750 rpm) yang artinya ShKAS mampu menyemburkan total berat proyektil jauh lebih banyak daripada PV-1 dalam sedetik.

kedua pesawat ini jauh lebih kecil, lamban dan rentan dianding dengan rivalnya dari jerman, Bf-109 dan Bf-110, namun pilot soviet sendiri mengembangkan taktik khusus untuk meladeni musuh mereka yang jauh lebih cepat. mengandalkan kelincahan mereka pada manuver horizontal dan kecepatan mereka y ang jauh lebih rendah, memancing pemburu luftwaffe bertempur secara horizontal dan dengan mudah dapat outfly lawan dalam bermanuver. dimensi kedua pesawat Polikarpov yang kecil membuat sukar dibidik dan mudah meloloskan diri dari bidikan lawan. itulah mengapa polikarpov masih bisa unjuk gigi pada fase awal operasi barbarossa.

Selain itu bentuk desain sayap Polikarpov I-16 Ishak yang lebar membuat gaya angkat pesawat ini menjadi besar dan dapat bermanuver ekstrim dan High-G Turn dengan resiko stall yang kecil, namun tidak didukung dengan kekuatan airframe yang terbuat dari kayu, sehingga pilot tetap harus berhati-hati. Sedikitnya keberadaan armor bagi pilot yang hanya terpasang pada kursi belakang ditambah lagi desain kanopi I-16 yang terbuka membuat pilot rentan tertembak apabila peluru berhasil menembus lapisan kayu di luar kokpit. Diluar segala kelemahan tadi, Polikarpov I-153 dan I-16 tetap bisa unjuk gigi pada fase awal Operasi Barbarossa pada Juni 1941, sebelum digantikan oleh pesawat yang lebih modern seperti LaGG-3, Yak-1 dan MiG-3. Varian latih dari Polikarpov I-16, Polikarpov UTI-4 terus dipakai melatih kadet penerbang baru soviet sampai kehadiran pesawat latih Yakovlev Yak-7.

(Sumber : wikipedia dan lainnya)

Fikri Muhammad Ghazi
Semarang, 14 April 2014
@ComissarFoxtrot

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s