Opini : Sekilas Dilema Mesin Piston Klimov M-105 / VK-105

20140415-201700.jpg

Mesin Piston V-12 Klimov VK-105PF

Mesin Piston Inline Inverted V-12 Klimov M-105 adalah mesin pesawat buatan uni soviet, yang merupakan pengembangan dari Klimov M-103 dan M-100, yang merupakan lisensi dan pengembangan dari Hispano-Suiza Y12 Inline Engine. Klimov M-105 dikembangkan beberapa lama sebelum Perang dunia II pecah pada September 1939.

Klimov M-105 sendiri menjadi salah satu mesin pesawat soviet yang paling banyak diproduksi selama perang, mentenagai pesawat pemburu Lavochkin Gorbunov Gudkov LaGG-1, LaGG-3, Yakovlev Yak-1, Yak-7, Yak-9, Yak-3, P-40 Warhawk sampai pesawat pembom Petlyakov Pe-2 “Buck”. M-105 sendiri bersanding dengan Mikulin AM-35 dan AM-38 yang mentenagai Mikoyan-Gurevich MiG-3 dan pesawat serang darat Ilyushin Il-2 Shturmovik. Dan juga dengan ASh-82 Radial Engine yang banyak mentenagai pesawat pemburu soviet termahsyur seperti Lavochkin La-5, La-7.

Kejadian paling dikenal dari Dilema Mesin Klimov M-105 adalah pada pesawat tempur LaGG-3, dimana pada hakikatnya LaGG-3 akan ditenagai oleh mesin Klimov M-106 yang lebih powerful namun ketidaktersediaan mesin dan masalah pada performa dan reliabilitas mesin membuat LaGG-3 terpaksa menggunakan Klimov M-105 yang lebih lemah. Bobot LaGG-3 yang berat (2.5 ton) akibat konstruksinya yang terbuat dari kayu dan ditenagai oleh mesin yang relatif lemah (900-1050 hp) membuat performa LaGG-3 menurun drastis dari yang diharapkan. Bahkan perbaikan dengan memangkas bobot pada airframe LaGG-3 tidak memecahkan masalah ini.

20140415-202311.jpg
Lavochkin-Gorbunov-Gudkov LaGG-3, pesawat tempur yang sejatinya tidak didesain menggunakan Klimov M-105

Permasalahan pada Klimov M-105 adalah masalah teknis pada versi awal dimana sebelum dinyalakan seluruh hidraulik dan pistonnya harus disinkron dan bermasalah pada cooling systemnya sehingga mesin mudah rusak jika terkena tembakan beberapa peluru saja tepat di bagian mesinnya. Power outputnya yang relatif lemah (900-1000 hp) membuat pesawat pesawat yang memiliki konstruksi berat seperti LaGG series dimana hampir seluruh bodynya terbuat dari kayu tidak bisa beroperasi dan bermanuver secara optimal. Barulah solusinya ditemukan dengan mengganti mesin M-105 dengan mesin radial ASh-82 yang melahirkan Lavochkin family. Di tangan pesawat yang berbobot ringan, M-105 justru menjadi kunci hebatnya manuver pesawat dengan karakteristik seperti itu, seperti contohnya Yakovlev Series. Bahkan versi pembom dari M-105 (M-105R) yang terpasang pada pembom medium Petlyakov Pe-2 sukses menghantarkan Pe-2 sebagai bomber andalan soviet selama perang.

Versi improvisasi dari M-105 adalah M-105PF yang lebih powerful (1200 hp) dan terpasang pada fighter fighter Yakovlev seperti Yak-1, Yak-7, Yak-9 dengan hasil mencengangkan. Bahkan versi yang lebih powerful lagi yaitu M-105PF2 dan M-105PF3 yang terpasang pada Yakovlev Yak-3 menghantarkan Yak-3 sebagai Best Fighter Soviet yang mampu menandingi P-51 Mustang.

Kesimpulan akhirnya adalah, Klimov M-105 memiliki potensi yang bagus dalam performa, namun disayangkan keadaan pada saat itu membuat M-105 pada awalnya tidak bisa berfungsi secara optimal. Barulah setelah kelahiran mesin Klimov M-107 / VK-107 yang jauh lebih powerful dan handal membuat M-105 hanya digunakan mentenagai fighter yang berbobot relatif ringan.

(Sumber : wikipedia dan lainnya)

Fikri Muhammad Ghazi

Semarang, 14 April 2014

@ComissarFoxtrot

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s