Balada Komedi Mesin Diesel pada Pesawat Pembom Soviet

20140416-072542.jpg

Mesin Diesel V-12 Charomskiy ACh-30

Pada pertengahan 1940an, Uni soviet menyadari bahwa jarak pesawat pembom mereka tidak cukup jauh untuk melakukan operasi udara strategis secara optimal. Tupolev TB-3 yang sudah tua dianggap tidak lagi mampu beradaptasi dengan kondisi pertempuran pada tahun 1940an. Sementara penggantinya yaitu Petlyakov Pe-8 yang merupakan pesawat pembom berat bermesin empat tidak mampu mencapai jarak yang diinginkan untuk operasi udara strategis. Hal ini juga berlaku bagi pesawat pembom soviet jarak jauh Yermolayev Yer-2.

20140416-073419.jpg
Yermolayev Yer-2

Permasalahan yang dirundung kedua pesawat pembom jarak jauh tadi adalah masalah pada mesin yang haus bahan bakar. Petlyakov Pe-8 yang ditenagai oleh Mikulin AM-35 V-12 Engine hanya mampu mencapai jarak 4000 km dari 4500 km yang direncanakan. Sedangkan Yermolayev Yer-2 yang sejatinya akan ditenagai oleh Klimov M-106 malah akhirnya ditenagai oleh M-105 karena M-106 yang terus dilanda masalah teknis, hanya mampu mencapai jarak 4.100 km saja. Bahkan varian Yer-2 dengan mesin Mikulin AM-37 hanya mampu terbang sejauh 3500 km.

Solusi praktis dan ekonomis yang diambil adalah, memasang mesin diesel pada kedua pesawat untuk mengakomodasi jarak yang lebih jauh dan lebih efisien pemakaian bahan bakar. Ada dua mesin yang digunakan, Charomskiy ACh-30B dan ACh-40, keduanya adalah mesin diesel V-12 dengan Direct Injection dengan tambahan supercharger.

Pemasangan Mesin Diesel ACh-40 dilakukan ke Armada Petlyakov Pe-8. Dengan penggunaan mesin diesel, jarak yang bisa ditempuh Pe-8 melonjak menjadi 5500 sampai 6000 km. akan tetapi ACh-40 dirundung masalah teknis terutama pada sistem suplai oli yang sering bermasalah dan rusak karena tidak mampu menahan tekanan akibat kompresi mesin yang tinggi terlebih lagi total muatan yang dibawa menurun karena harus dikompensasi dengan bobot mesin yang jauh lebih berat dibanding mesin biasa. Hal ini terbukti ketika suatu rombongan Pe-8 mencoba membom berlin, kebanyakan rontok di tengah perjalanan karena mesin dieselnya rusak di udara, mostly karena kehilangan torque kerika rpm telah mencapai maksimal. Hingga pada akhirnya Petlyakov Pe-8 kembali menggunakan mesin Mikulin AM-35 dengan resiko jarak jangkaunya menurun ke 4000 km saja.

Pada Yermolayev Yer-2, pemasangan mesin diesel dilakukan dengan memasang Mesin Charomskiy ACh-30B menggantikan Klimov M-105 yang lebih lemah. Pemasangan ACh-30B ini dilakukan pada tahun 1943, ketika lini produksi Yer-2 dimulai kembali setelah sempat dihentikan karena produksi difokuskan untuk membuat pesawat serang darat Il-2 shturmovik. Dengan penggunaan ACh-30B, jarak jangkau Yer-2 melonjak hingga 5500 km, akan tetapi harus dikompensasi dengan bobot mesin yang jauh lebih berat dibanding mesin M-105, ditambah lagi seperti ACh-40, mesin ACh-30B mengalami penyakit teknis berupa kerusakan pada sistem supply oli dan bahan bakar ke mesin karena tidak mampu menahan kompresi mesin yang tinggi. Walau begitu nasib ACh-30B masih lebih baik daripada ACh-40. ACh-30B terus dipakai di Yermolayev Yer-2 sejak 1943 sampai awal 1950an dimana Yer-2 digantikan oleh Tupolev Tu-4 Bull, kopian ilegal soviet dari Boeing B-29 superfortress.

Singkatnya, Pemasangan Mesin Diesel pada pesawat ini, seperti pada kendaraan lainnya membuat jarak tempuh dan efisiensi bahan bakar yang meningkat dan lebih baik dibanding dengan mesin pembakar petrol biasa. Akan tetapi karena mesin diesel bekerja pada tekanan / kompresi yang tinggi, membuat bahan bahan dan materialnya harus kuat dan berat untuk menahan tekanan yang besar, terlebih lagi karena Mesin Diesel sendiri mengandalkan gas panas yang dikompresi untuk menyalakan combustion pada combustion chamber di silinder piston, bukannya menggunakan pemantik seperti busi untuk melakukan pembakaran. Hal inilah yang menyebabkan Mesin Diesel Charomskiy ACh-30B dan ACh-40 membuat bobot pesawat bertambah drastis karena bobot mesin yang jauh lebih berat dibanding mesin petrol biasa.

(Sumber : wikipedia dan lain lain)

Fikri Muhammad Ghazi

Semarang, 16 April 2014

@ComissarFoxtrot

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s