sekilas sejarah Moteur Canone / Engine Cannon

Konfigurasi Pemasangan senjata pada pesawat seperti ini, pada umumnya banyak ditemui pada Perang Dunia II, terpasang di Pesawat Tempur Perancis seperti Arsenal VG.33, Dewoitine D.510, D.520 sampai Morane-Saulnier MS.406 dan Pesawat Tempur Soviet seperti LaGG-3, Yak Series, hingga sedikit pesawat Amerika seperti P-39 dan P-63 Airacobra / Kingcobra. konsep dasar dari Moteur Canone adalah menempatkan Kanon pada Mesin Inline / V Series di ruang kosong antara blok V Silinder, melewati Propeller Shaft yang didesain khusus untuk mengakomodasi penembakan kanon (hollow / berlubang di tengahnya). Konfigurasi Moteur-Canone mengeliminasi masalah dalam menembakkan peluru melalui baling-baling, masalah mengatur titik convergence bagi senjata2 yang terpasang di sayap.HS8 & 37mm

 

sejarahnya dimulai Pada tahun 1916, Hispano-Suiza mendesain Konsep yang akan dikenal sebagai Moteur-Canone, yaitu dengan memodifikasi Mesin V8 Hispano-Suiza HS 8F, 220HP pada pesawat tempur Spad XII S382, dengan memasang Mounting untuk Kanon semi-otomatis Puteaux 37-mm di antara Blok V Silinder, memodifikasi Propeller Hub dan Shaft dengan melubangi bagian tengahnya untuk memungkinkan kanon bisa ditembakkan keluar. awalnya masih harus diisi ulang secara manual, hingga akhirnya mencoba memasang kanon Puteaux 37mm dengan sistem otomatis. akan tetapi, pada 1917, Synchronization Gear diciptakan yang dirasa lebih praktis dan mudah dibanding Moteur-canone, sehingga konsep Moteur-Canone sempat tenggelam selama masa Interwar, tinggal perancis yang masih setia dengan konsep ini (Dewoitine D.500 series) hingga pada saat menjelang Perang Dunia II, Amerika, Jerman dan Soviet beramai-ramai mulai menggunakan konsep ini lagi. Amerika dengan P-39 dan P-63 Airacobra, Kingcobra, Soviet dengan Yak Series, LaGG Series dan Jerman dengan Bf-109 seri F dan seterusnya. ditambah Perancis sendiri dengan Dewoitine D520, Arsenal VG.33 hingga Morane-Saulnier MS.406, Cekoslovakia dengan Avia B-135 dan Yugoslavia dengan Rogožarski IK-3, Ikarus S-49. hingga penciptaan Jet Engine membuat ide Moteur-Canone menjadi sejarah.

 

Hollow Prop Shaft

Hollow Propeller Hub

 

HS08

Bagian Kosong di tengah adalah tempat memasang Moteur-Canon

 

HS08

Hispano-Suiza HS8, Dengan Breech kanon Puteaux 37mm

 

DB605

Daimler-Benz DB.605, Mesin V-12 Buatan jerman yang paling termahsur, mampu mengakomodasi kanon 30mm MK-108

 

HS8

Hispano-Suiza HS.8

 

M105

Klimov M-105 Buatan Uni Soviet, Mesin V-12 yang paling banyak digunakan dalam PD2, mampu mengakomodasi kanon 20mm ShVAK atau 23mm VYa-23

 

Moteur-Canon Diagram

 

Tipikal Mesin Inline dengan Fitur Moteur-Canon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s