Teori dan Dasar Air to Air Gunnery part 1

Pendahuluan

Air to Air Gunnery adalah salah satu kemampuan yang paling sulit dikuasai diantara semua kemampuan dalam terbang / flying skill. dan satu hal yang pasti. Metode “Spray and Pray” memang memiliki kesempatan juga untuk bisa menembak jatuh pesawat musuh, tapi dalam kemungkinan kecil. ada sebuah Fakta sederhana bahwa kemahiran dalam Air to Air Gunnery berdasarkan pada landasan teori akademis diikuti dengan seni dalam praktek, praktek, dan latihan lagi! Sementara beberapa orang memiliki kesadaran yang lebih baik dalam hal ini, seorang pilot bisa lebih baik dalam hal persentase hit nya jika mampu memahami faktor-faktor apa saja yang berperan dalam Air to Air Gunnery. mari langsung saja ke pembahasan.

Teori dasar

Aku tahu kalian semua ingin melompat tepat ke bagian di mana kita menembak pantat bandit sampai bail out keluar, tapi, 
Sayangnya, kita harus skip bagian ini untuk sementara waktu. Fakta sederhana adalah bahwa semakin kalian memahami teori kerja senapan, semakin baik kalian akan berada di dalamnya. Kita akan mulai dengan beberapa definisi. Sebagian besar adalah istilah yang Anda mungkin telah menjalankan 
di pada satu waktu atau yang lain. Definisi yang saya akan menggunakan dimaksudkan untuk mendapatkan 
ide di tanpa terlalu jauh ke dalam ilmu roket. Teori kerja senapan bisa menjadi sangat kompleks dan ribet untuk dijelaskan, jadi gw akan coba jelaskan sesederhana mungkin.

Definisi 
1. Machine Gun vs Cannon 
Pesawat tempur manapun (dalam WW2), akan selalu berhubungan dengan yang namanya “Kaliber Senjata” Apapun hingga kaliber .50 adalah senapan mesin … lebih dari itu adalah sebuah Autocannon.

kaliber

Kaliber senjata adalah ukuran proyektil yang diukur dalam diameter. Unit-unit dapat berupa inci atau milimeter, .50 adalah sama dengan setengah inci dalam diameternya. kaliber 20mm adalah sama dengan satu inchi kurang (tepatnya 0.90 inch). Sebuah proyektil 37mm berdiameter sekitar satu setengah inchi. gw sertakan gambar ilustrasi supaya mudah.

Tapi diameter hanya setengahnya saja, semakin besar diameter, semakin panjang dimensi peluru secara keseluruhan, dan akibatnya, berpengaruh ke bobot proyektil secara keseluruhan, gw sertakan gambar juga sebagai ilustrasi.

Air Untuk Air Gunnery – Teori dan Aplikasi

Jenis-Jenis Proyektil

Jenis proyektil yang ada pada umumnya adalah ball, armor piercing, Incendiary dan HE

-Ball 
tipikal proyektil biasa yang banyak digunakan senapan-senapan dari WW1 hingga sekarang

-Armor piercing 
proyektil memiliki inti baja keras untuk membantu penetrasi struktur pesawat.

-Incendiary 
Proyektil mengandung bahan kimia yang menyala terbakar saat menghantam sesuatu. Berguna untuk membuat Tangki bahan bakar dan 
hidrolik pesawat terbakar.

-HE
Serupa dengan Incendiary Round, kecuali bahan kimia yang ada memiliki kekuatan lebih merusak dan mematikan.

-Tracer
oh iya, satu lagi ini, Tracer. peluru suar. Proyektil mengandung bahan kimia yang akan menyala ketika bereaksi dengan udara setelah ditembakkan. Peluru ini memiliki kegunaan untuk melihat Trajectory tembakan untuk membantu pilot menggasak sasaran.

sekian dulu, bagian pertama dari tulisan tentang Teori Air to Air Gunnery 

 

kaliber 

Gambar 1 : Perbandingan Diameter Proyektil

 

kaliber2

 

Gambar 2 : Perbandingan Dimensi Peluru dan Proyektil

Advertisements

One thought on “Teori dan Dasar Air to Air Gunnery part 1

  1. fox, ini blog nyq emang dikhususin buat airwarfare apa kedepannya lebih luas lagi?

    makasih.

    keep awesome

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s