Shpitalny Sh-37, Kanon Pesawat 37mm pertama Uni Soviet

Kanon Sh-37 pada Underwing Pod pada Il-2 Sturmovik
Kanon Sh-37 pada Underwing Pod pada Il-2 Sturmovik

Shpitalny Sh-37 adalah Autocannon Pesawat kaliber 37mm pertama buatan Uni Soviet buatan Boris Shpitalny dari OKB-15, Sh-37 sempat beroperasi selama beberapa lama dalam fase Trial / Percobaan sebelum digantikan oleh Nudelman-Suranov NS-37 dari OKB-16.

Sh-37 didesain berbasis dari Kanon Antipesawat M-1939 61K kaliber 37mm pada 1940, dimana Soviet Air Force menginginkan beberapa Fighter mereka seperti LaGG-3 dan Ground Attack seperti Il-2 Sturmovik dilengkapi dengan kanon 37mm pula. Boris Shpitaly mendesain Kanonnya dengan sistem operasi Gas-Operated dan Suplai Peluru melalui Magazine Feed, menggunakan peluru yang sama dengan M-1939 61K, walau begitu, khusus untuk Kanon desain Shpitalny, digunakan cartridge yang powernya lebih rendah dibanding M-1939 61K

LaGG-3 4 Series dengan kanon Sh-37 37mm
LaGG-3 4 Series dengan kanon Sh-37 37mm

 

 

Tahun 1941, Prototype Sh-37 dites pada sebuah Fighter LaGG-3, dengan bobot total 208.4 kg termasuk magazen nya. dalam tes didapat hasil Rate of Fire 184 peluru per menit.

pada awal 1942, LaGG-3 dengan kanon Sh-37 (LaGG-3IT / LaGG-3-37) dan Yak-7 dengan kanon Sh-37 (Yak-7-37) dikirim ke Resimen Tempur Udara 42nd IAP secara terbatas untuk kepentingan ujicoba lapangan. hasilnya adalah LaGG-3-37 dan Yak-7-37 mampu menjatuhkan pesawat seukuran fighter sekali tembak, dan membuat lubang seluas 1 meter persegi, akan tetapi performa pesawat menurun karena bobot tambahan dari kanon Sh-37. sedangkan Il-2 dengan kanon 37mm di dalam pod di masing masing sayap (Il-2M3) dikirim ke Ground Attack Regiment 688th ShAP pada akhir 1942 dengan jumlah terbatas pula untuk ujicoba. Il-2M3 dengan kanon Sh-37 ini ikut beraksi pada Battle of Stalingrad dimana kanon Sh-37 bisa dengan mudah menembus lapisan baja tank ringan jerman, dan tank medium jerman dari sudut 45 derajat keatas.

akan tetapi Drawback pada Il-2M3 dengan Sh-37 adalah Sh-37 sering macet dalam pengoperaiannya, dan apabila salah satu kanon macet maka Sh-37 tidak akan efektif lagi, karena apabila hanya salah satu yang bisa ditembakkan, maka recoil dari satu kanon itu akan membuat pesawat tidak stabil dan kehilangan keseimbangan. ditambah lagi adalah kanon Sh-37 yang tidak bisa disinkronkan dengan baik, sehingga bidikan dan penembakan sering tidak akurat. maka diputuskan 2-3 round burst adalah yang ideal sebelum akurasi kanon Sh-37 Amburadul.

dengan semua kelemahan itu, maka Sh-37 segera digantikan oleh Nudelman-Suranov NS-37, yang terpasang pada pesawat-pesawat tempur soviet seperti LaGG-3-37 NS-37, Yak-9T, Yak-9UT, Yak-9B, beberapa Il-2M3 dengan NS-37, hingga setelah perang versi yang lebih ringannya (N-37) mempersenjatai Tupolev Tu-1, MiG-9, MiG-15 hingga MiG-17

 

sumber : wikipedia, airpages.ru 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s