Mesin Turboprop Kuznetsov NK-12, Warisan Nazi Jerman terakhir untuk Uni Soviet

Junkers jumo 022
Junkers Jumo 022 Turboprop

Mesin Turboprop Raksasa Kuznetsov NK-12 yang mentenagai pembom strategis Tu-95 Bear dikenal sebagai State of the art Teknologi penerbangan Uni Soviet tahun 1950-1960an, akan tetapi, dibalik nama harum NK-12 dan pasangannya Tu-95 Bear, tersimpan sejarah yang dapat dirunut hingga tahun 1943.

 

pada 1943, Junkers Motorenbau merancang mesin turboprop berbasis dari rancang bangun mesin Turbojet Junkers Jumo 012, yang dinamai Junkers Jumo 022. Jumo 022 dirancang sebagai mesin turboprop dengan sistem contra-rotating propeller, dengan 3 stage turbine dan 11 compressor stage. akan tetapi karena pengembangan mesin diprioritaskan pada mesin Turbojet, maka Proyek Jumo 022 yang sudah matang dibatalkan dan masuk arsip Junkers Motorenbau.

 

setelah Perang Dunia II usai, teknsi-teknisi Junkers diboyong ke Uni Soviet dan ditempatkan di Experimental Plant No. 2 berlokasi di dekat Upravlencheskiy di sekitar Sungai Volga, 30 kilometer dari Kuybyshev dan 6 kilometer dari Krasnaya Glinka railroad station. tugas pertama para teknisi jerman di soviet adalah merancang versi turbojet yang dilengkapi Afterburner dari Mesin Turbojet Junkers Jumo 004 dan BMW 003C, dan membangun prototype mesin Turbojet Junkers Jumo 012 dan BMW 018 (3500 kg thrust). akan tetapi pada akhir tahun 1946, muncul tugas baru dari Moskow : Merancang Mesin Turboprop dari basis yang sudah dirancang dari jerman semasa perang.

 

pada saat yang sama, TsAGI, institut penelitian penerbangan Soviet berkesimpulan bahwa mesin turboprop akan cocok digunakan pada pesawat pembom berkecepatan tinggi, disepakati kecepatan rasional untuk mesin turboprop adalah 600-900 km/h, dengan pertimbangan efisiensi bahan bakar dan jarak tempuh bertambah 80-100% dibanding bomber sejenis yang menggunakan mesin piston / turbojet. maka tindakan selanjutnya adalah membagi-bagi tugas para insinyur jerman yang bekerja pada pabrik Plant No 2, dengan membagi tugas dalam 2 biro desain berisi orang-orang jerman, OKB-1 dan OKB-2.

 

OKB-1 dibawah pimpinan Scheibe mengerjakan Mesin Turboprop Junkers Jumo 022 dan Mesin Thermojet “032” yaitu mesin Turbojet dengan compressor yang ditenagai oleh mesin piston.

 

OKB-2 dibawah pimpinan Karl Prestel mengerjakan Mesin Turboprop BMW 028 dan melanjutkan pengembangan Mesin Afterburning Turbojet BMW-003C.

 

kita fokus ke pengembangan Turboprop Jumo 022, yang dimulai dengan pengerjaan dan penyelesaian prototype mesin Turbojet Jumo 012 yang selesai tahun 1946 di Dassau, Jerman Timur dan kemudian diboyong ke Uni Soviet untuk dilakukan refurbish pada material untuk memperpanjang umur service time mesin. pengujian pada Turbojet Jumo 012 dilakukan, akan tetapi saat dilakukan tes 100 jam operasi, turbine blade hancur pada jam ke-94. dan pada saat yang sama Vladimir Klimov berhasil memulai produksi mesin Turbojet RD-45 yang berbasis dari Rolls Royce Nene buatan Inggris, menghentikan pengembangan Jumo 012 lebih lanjut.

 

pada 1947, setelah ditemukan masalah bahwa masing-masing OKB tidak bisa saling tukar ilmu dan pengalaman masing-masing akibat birokrasi yang ribet, diputuskan untuk menggabungkan kembali kedua OKB jerman itu ke dalam satu biro desain OKB. Anton Scheibe ditunjuk sebagai direktur OKB gabungan itu, Ferdinand Brander sebagai ketua Grup Desain dan Karl Prestel sebagai penanggungjawab ujicoba prototype. anggota-anggota scientist muda Soviet dari Institut Tinggi Teknik Penerbangan Soviet berdatangan pada saat yang sama untuk membantu tugas-tugas dan pekerjaan para teknisi Jerman. dimana digambarkan para scientist muda itu “menguasai teori-teori tapi nihil dalam praktek” oleh Brandner. Tugas OKB baru gabungan ini kemudian difokuskan pada pengembangan Mesin Turboprop Jumo 022.

 

pada pertengahan 1948, perancangan bangun desain Jumo 022 sudah masuk tahap final dan 3 prototype Jumo 022 dipesan, ketika Factory no. 2 kedatangan Direktur Baru, Nikolai Kuznetsov. yang berpengalaman menangani mesin-mesin turbine buatan jerman. Kuznetsov yang membantu melanjutkan Produksi Jumo-004 di soviet (RD-10) dan sebelumnya pada 1946 pernah ke Jerman untuk mendalami ilmu mesin Turbine desain Jerman. dan pada 1950, prototype pertama Junkers Jumo 022 selesai, dinamai TV-2 / TV-22 oleh Soviet. kemudian pada Mesin TV-22 ini dilakukan serangkaian ujicoba tes yang semuanya memenuhi kriteria dari Soviet Air Force (berkekuatan diatas 5000 hp). ujicoba dilakukan dengan Tupolev Tu-4 sebagai testbed, akan tetapi pada test flight ke-27, mesin TV-22 di sayap kanan Tu-4 terbakar karena kebocoran bahan bakar. maka setelah itu Mesin TV-22 diboyong ke Soloviev Factory untuk dilakukan refurbish dan improvement.

dua Nozzle, basically karena NK-12 adalah mesin Jumo 022 yang disatukan
dua Nozzle, basically karena NK-12 adalah mesin Jumo 022 yang disatukan

Improvement dan Upgrade dari Soloviev OKB membuat TV-22 (berubah jadi TV-22M / TV-2M di Soloviev) memiliki power mencapai 7650 hp. dimana TV-22M kemudian dipakai pada produksi pertama Pesawat Antonov An-8 dan Tupolev Tu-91. setelah sukses merancang Turboprop TV-22, sebagian besar teknisi jerman dipulangkan kembali. akan tetap beberapa ratus diminta tetap tinggal sementara untuk satu tugas terakhir, merancang Mesin Turboprop berkekuatan 12.000 hp untuk proyek Bomber Tupolev Tu-95. setelah para insinyur jerman berkoordinasi dengan Andrei Tupolev, Proyek Mesin baru pun dimulai pada 1949.

 

pendekatan solusi yang digunakan para teknisi jerman adalah menyatukan 2 mesin TV-22M dengan satu reduction gear memutar contra-rotating propeller, berdasarkan pengalaman menyatukan Mesin DB-610 pada proyek pesawat pembom jarak jauh Heinkel He-177. dengan menggunakan EI-481 super alloy yang lebih tahan panas dan tekanan, proyek menyatukan 2 unit Jumo 022 menjadi bisa dilakukan dan tidak mustahil lagi. pada 1950, Prototype 2TV-2F, 2 mesin Jumo 022 / TV-22 yang disatukan oleh epicyclical gearbox dengan 0.094 reduction ratio. dan pada 12 November 1952, prototype Tu-95 Bear terbang dengan Prototype mesin 2TV-2F. akan tetapi, muncul masalah, Reduction Gear pada mesin tidak cukup kuat, sehingga pada Test Flight tanggal 11 Mei 1953, Prototype Tu-95 crash akibat kegagalan mesin. menewaskan Test Pilot A.D Perelet dan 3 orang Crew.

 

setelah kecelakaan, diputuskan untuk melakukan Improvement pada Mesin 2TV-2F, mendesain ulang reduction gear, merevisi sistem antara mesin turbine dan contra-rotating propeller. setelah perbaikan disana-sini, Prototype 2TV-2F diberi nama TV-12. TV-12 terbukti memuaskan dalam setiap tes yang dilakukan dan tak ditemui kegagalan dan malfunction selama tes. maka TV-12 secara resmi dipakai untuk Bomber Tu-95 Bear. Improvement dan Test Akhir dilakukan oleh Nikolai Kuznetsov, setelah memulangkan sisa insinyur jerman di Factory no. 2. dan akhirnya TV-12 dinamai NK-12, dari inisial Direktur Plant No 2, Nikolai Kuznetsov.

 

source : airpages.ru

10 September 2014

Semarang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s