Republic-Ford JB-2 Loon, Rudal Jelajah V-1 versi Amerika

2 unit JB-2 Loon di sayap Boeing B-17
2 unit JB-2 Loon di sayap Boeing B-17
JB-2 Loon
JB-2 Loon
JB-2 Loon dipajang di National Air and Space Museum, Steven F. Udvar-Hazy Center
JB-2 Loon dipajang di National Air and Space Museum, Steven F. Udvar-Hazy Center
JB-2 Loon dengan mesin menyala
JB-2 Loon dengan mesin menyala

Rudal Jelajah JB-2 / Jet-Bomb-2 Loon adalah Peluru Kendali Pertama buatan Amerika yang Operasional dan Paling Sukses diantara Proyek rudal-rudal lainnya di Angkatan Bersenjata Amerika, dari JB-1 hingga JB-10, JB-2 dianggap yang paling sukses diantara semuanya. JB-2 Loon sendiri merupakan kopian langsung dari Rudal Jelajah V-1 / Vergeltungswaffen-1 buatan Jerman. JB-2 Loon Sendiri pada awalnya dibuat untuk menghadapi Jerman di fase akhir Perang Eropa dan Jepang pada operasi invasi pada Kepulauan Honshu ( Operation Downfall). setelah Perang Dunia II, JB-2 Loon berperan penting dalam pengembangan rudal darat-ke-darat amerika pada masa awal perang dingin, seperti MGM-1 Matador dan MGM-13 Mace.

Sejarah awal pengembangan JB-2 sendiri dimulai dari sadarnya intelejen sekutu akan proyek rudal Jerman, dimana Pada 22 Agustus 1942, seorang Perwira Angkatan Laut Denmark menemukan rongsokan dari Rudal V-1 yang masih dalam tahap Eksperimental (Fi-103 V83) di Pulau Bornholm, Wilayah Laut Baltic antara Jerman dan Swedia. Intelejen sekutu langsung membuat skema mendetail akan bagian dalam Fi-103 V83 dan memfoto seluruh bagian-bagiannya, kemudian prototype V-1 yang ringsek itu dikirim ke London untuk diteliti lebih lanjut. informasi yang datang membuat timbulnya pencarian berbulan-bulan akan petunjuk yang mengarah asal tempat pembuatan rudal ini, yang akhirnya seluruh petunjuk bermuara di Peenemunde, fasilitas super rahasia Jerman tempat riset mesin jet dan roket, yang berada di pantai utara jerman yang menghadap Laut Baltik.

kemudian, Amerika memutuskan untuk mengembangkan Rudal mereka sendiri, berbasis dari pengumpulan informasi dan data intelejen berbulan-bulan setelah terkuaknya rudal V-1. program yang pertama diluncurkan adalah Northrop JB-1 (Jet-Bomb-1) dibawah supervisi proyek MX-543. Jack Northrop Mendesain Pesawat ber lay out Flying Wing yang ditenagai 2 unit mesin Turbojet General Electric B1, serta mampu membawa 2 bom seberat 900 kg di masing-masing kontainer yang ditanam di dalam sayap. istilahnya, Jack Northrop berusaha mendesain Unmanned Bomber / Pembom tanpa awak dibandingkan mendesain sebuah Rudal Jelajah. prototype pertama JB-1 dijadikan Glider yang ditambah kokpit untuk mengetahui data aerodinamika pesawatnya.

akan tetapi, pada Juli 1944, Teknisi-Teknisi Amerika di Lapangan Terbang Wright, Ohio. Meluncurkan program reverse-engineering atas Mesin Pulsejet Argus As-014 berdasarkan dari rongsokan-rongsokan rudal V-1 Jerman yang menghantam tanah inggris, yang kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk diteliti. Program Reverse-Engineering ini melahirkan JB-2 Loon, Rudal Buatan Amerika pertama yang diproduksi Massal. Republic mendapat kontrak untuk mengerjakan 13 unit prototype pertama JB-2 Loon untuk keperluan tes dan evaluasi. Perbedaan antara V-1 dan JB-2 sendiri terletak pada dimensi keseluruhannya, lebar sayap ditambah sebesar 2.5 inchi dan panjang sayap ditambah sepanjang 61 cm. membuat JB-2 Loon sedikit lebih besar dimensi sayapnya dibanding V-1.

12 Oktober 1944 menjadi hari pertama percobaan peluncuran JB-2 Loon, dari Eglin Airfield di Florida oleh satuan 1st Proving Ground Group. selain dari satuan Eglin, datang pula detasemen Special Weapons Branch, Wright Airfield, Ohio untuk membantu proses tes dan evaluasi JB-2. Kemudian pada Desember 1944 menjadi bulan kompetisi antara Northrop JB-1 dan Republic JB-2, dimana masing-masing prototype akan dites beragam parameter dan performa secara keseluruhannya. Prototype JB-1 diluncurkan dari launch rail sepanjang 150 meter, akan tetapi ketika lepas mengudara, JB-1 langsung mengalami stall dan jatuh. penyebabnya adalah berupa kesalahan pengaturan sudut flaps untuk lepas landas. ditambah dengan mesin Turbojet General Electric GE-1 yang tidak mumpuni dan bandel, Program JB-1 dihentikan. membuat JB-2 bebas melenggang memasuki tahap pengembangan akhir dan produksi massal.

Republic diberikan kontrak produksi 1000 unit JB-2 sebagai produksi pertama, dengan jaminan produksi berkelanjutan dengan kuota 1000 unit JB-2 per bulan. pihak Republic yang kewalahan mengurusi produksi P-47 Thunderbolt yang penuh, memberikan subkontrak pembuatan Airframe kepada Willys Overland, dan produksi mesin Pulsejet IJ-15-1 (Kopian Argus As-014) kepada Ford Motor co, pembuatan perangkat elektronik dan pemandu disubkontrakkan kepada Jack and Heintz Company di Cleveland, Ohio. Monsanto Company Inc. diberi kontrak untuk mendesain sistem rel peluncur yang lebih baik dan reliabel bagi Armada JB-2.

Kemudian Skuadron Peluncur JB-2 USAAF dibentuk, ditambah program untuk memproduksi total 75.000 unit JB-2 dalam berbagai versi, untuk digunakan dalam perang melawan Jerman dan Jepang. akan tetapi, dengan menyerahnya Jerman pada Mei 1945, total produksi JB-2 harus dikurangi, ditambah lagi bahwa JB-2 akan difokuskan dalam serangan amfibi ke tanah air Jepang (Operation Downfall). Program dan Strategi Bombardment selama 180 hari / 6 bulan direncanakan, dan dikutip sebagai “the most powerful and sustained pre-invasion bombardment of the war”. selain USAAF, US Navy juga mengoperasikan versi maritim dari JB-2, yaitu KGW-1. yang direncanakan akan diluncurkan dari launch rail yang dipasang di kapal induk, dan Catapult yang dipasang di LST, ditambah lagi teknik Air Launch dari PB4Y-2 Privateer (B-24 Liberator versi Maritim) ikut dikembangkan pula. Menurut U.S. Air Force Tactical Missiles, (2009), karya George Mindling, dan  Robert Bolton, pada pertengahan 1945, Sebuah Kapal Induk US Navy yang tak disebutkan namanya membawa muatan berupa JB-2 Loon untuk persiapan Invasi atas Tanah Air Jepang. Disebutkan juga di sumber tersebut bahwa sebuah Unit USAAF yang tidak disebutkan identitasnya bersiap meluncurkan serangan JB-2 terhadap tanah air jepang dari pangkalan-pangkalan udara di Filipina. Menyerahnya jepang pada 15 Agustus 1945, membuat Produksi JB-2 Loon dihentikan sebulan kemudian, 15 September 1945, dengan total 1391 unit berhasil diproduksi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s