Sejarah Pengembangan Senjata Raksasa Pesawat Soviet

Tupolev I-4 dengan 2 Meriam DRP-76 kaliber 76mm
Tupolev I-4 dengan 2 Meriam DRP-76 kaliber 76.2mm

jadi, sebelum Air-to-air Missile diciptakan buat pesawat tempur, persenjataan yang biasa dibawa adalah senapan mesin. daaan seperti biasa, waktu Golden Age of Flying era 1920-1930an , Uni Soviet buanyak melakukan beragam eksperimen dengan pesawat. kalau kita fokus ke Soviet, yang paling terkenal dari dunia dirgantara soviet adalah Zveno Project.

dalam urusan persenjataan pun, Uni Soviet juga dikenal eksentrik. Soviet salah satu yang pertama mencanteli meriam raksasa ke pesawat tempur. sejarah pengembangan meriam raksasa buat pesawat soviet, bisa dilacak balik hingga tahun 1923. ketika Golden Age of Flying dimulai. Marsekal M.N Tukhachevsky dari Soviet Armed Forces terinspirasi buat menciptakan pesawat dengan meriam-meriam kaliber raksasa. L.V Kurchevsky menjadi pioneer dalam bidang persenjataan raksasa di uni soviet, dia merancang beragam meriam raksasa untuk dipakai di pespur. Kurchevsky mengembangkan konsep Recoilles Rifle, dengan nama DRP / Dinamo-Reaktivnaya Pushka (dynamic-reactive, i.e. recoilless cannon).

konsep dari Kurchevsky DRP adalah, dua proyektil yang ditembakkan secara bersamaan, ke arah yang berlawanan dari laras senjata. proyektil live ammo akan meluncur ke depan laras, proyektil support akan meluncur ke belakang laras, meniadakan efek recoil buat pesawat. seperti tipikal Recoilles Cannon, aslinya pada versi awal, Kurchevsky DRP ga bisa diisi ulang di udara, jadi cuma sebagai single-shot weapon. barulah pada medio 1920-1930 Kurchevsky merancang sistem self-loading buat Kurchevsky DRP, agar DRP ga lagi menjadi single-shot weapon.

Tahun 1928, Marsekal Tuchakevsky memerintahkan Kurchevsky untuk merancang meriam-meriam raksasa yang eksklusif dipake buat pesawat tempur. dan setahun kemudian, Kurchevsky menyelesaikan prototype Meriam Otomatis kaliber 76.2mm dan 102mm untuk pemasangan di pesawat tempur. karena Kurchevsky merevisi desain meriamnya, dari meriam sekali tembak menjadi meriam otomatis, maka kode DRP ngga lagi dipake di meriam ini. maka, kode APK / Avtomaticheskaya Pushka Kurchevskogo (automatic cannon by Kurchevskij) yang dipakai, karena firing mode nya udah automatic.

Kurchevsky APK-4  kaliber 76.2mm
Kurchevsky APK-4 kaliber 76.2mm

setelah dites, performa meriam APK kaliber 76mm dan 102mm terbukti memuaskan, tapi akurasi untuk target udara menjadi masalah tersendiri. akan tetapi pada tahun 1934, produksi tetap dilakukan untuk meriam 76.2mm APK-4, satu2nya dari banyak prototype meriam APK yang ditest. akan tetapi pada tahun 1936, seluruh proyek akan Recoilles Cannon APK dihentikan, karena dikembangkannya roket RS-82 yang jauh lebih efisien. akhirnya pada 1937, karena meriam APK dianggap gagal, Kurchevsky ditangkap oleh pemerintah soviet dan dipenjara hingga tahun 1939.

apa ini akhir dari pengembangan meriam-meriam raksasa soviet?

enggak, tahun 1943 ada seseorang yang melanjutkan konsep dari Kurchevsky.

Orang itu bernama Vasily Gavrilovich Grabin, insinyur cemerlang dari Design Bureau for Artillery System / TsceAKB. pada tahun 1943, pemerintah soviet mengumumkan bahwa Meriam Otomatis kaliber 45mm dibutuhkan untuk mempersenjatai pesawat tempur Soviet. Vasily Grabin yang selama di TsceAKB merancang meriam artilery buat darat dan laut, merasa tertantang untuk merancang meriam untuk pesawat. pada 1943-1944, V Grubin merancang 2 meriam besar, S-10 kaliber 57mm dan S-20 kaliber 45mm. eksperimen dilakukan tapi ga pernah diproduksi. nampaknya S-10 dan S-20 buatan TsceAKB kalah dari NS-45 kaliber 45mm dan NS-57 kaliber 57mm dari OKB-16 rancangan Nudelman-Suranov.

Pada tahun 1945, SovietUnion kembali melakukan riset Monster-Size Autocannon yang diperuntukkan buat dipasang di pesawat tempur. dimana Soviet High Command merasa bahwa, Air Defense Command / PVO butuh pesawat tempur yang memakai Autocannon kaliber 45mm keatas. tujuannya gak lain dan gak bukan adalah menembak jatuh Bomber USAF sebanyak dan seefisien mungkin, dengan mementingkan letalitas kanon. Vasily Grabin memimpin TsceNII-58 berkompetisi dengan OKB-16 Nudelman-Suranov dalam mendesain automatic cannon raksasa diatas kaliber 45mm.

Vasily Grabin dan tim designer TsceNII-58 membuat 3 seri Autocannon V-14 yang terbagi dalam 3 kaliber raksasa buat ukuran Aviation Gun. yaitu kanon V-14-111 berkaliber 76mm, V14-112 berkaliber 45mm dan V-12-113 berkaliber 37mm, semuanya adalah Automatic Cannon. V-14-113 kaliber 37mm diperuntukkan buat senjata pertahanan diri bomber, V-14-111 dan V-14-112 kaliber 76.2mm dan 45mm dipasang di fighter. Meriam-meriam V-14 series engga diterima masuk dinas Soviet Air Force. dan pada tahun 1947-1948, TsceNII-58 merancang 2 meriam raksasa lagi.

TsceNII-58 merancang meriam V-7031 kaliber 57mm dan V-0904 kaliber 65mm. yang digunakan khusus untuk keperluan Fighter dan Interceptor. V-7031 lebih powerful dibandingkan V-14-112 yang sebelumnya dirancang. balistiknya V-7031 mirip dengan meriam antitank ZiS-2 kaliber 57mm. pengembangan Meriam 65mm V-0904 dimulai tahun 1948, dimana goal dari meriam ini untuk keperluan air-to-air dan air-to-ground. setelah V-0904 selesai, test flight yang dilakukan untuk menguji meriam ini, menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Meriam 65mm V-0904, mampu menembus lapisan baja setebal 60mm dari jarak 60mm dari sudut 30 derajat, bisa menjebol tank manapun saat itu.

Bayangkan saja laras meriam sebesar ini dijejali ke pesawat....... (Meriam AAA kaliber 100mm PLA)
Bayangkan saja laras meriam sebesar ini dijejali ke pesawat…….
(Meriam AAA kaliber 100mm PLA)

dan inilah yang jadi masterpiece penerbangan soviet, Tahun 1948 TsceNII-58 merancang V-0902, meriam otomatis pesawat kaliber 100mm. V-0902 dirancang untuk menjadi senjata heavy interceptor berbasis medium bomber dan heavy bomber, seperti Tupolev Tu-2 dan Tupolev Tu-4. Meriam 100mm V-0902 memiliki berat 1.5 ton, menggunakan magazen berisi 15 peluru 100mm, dan memiliki muzzle brake yg meredam 65% recoilnya. Tahun 1949, Meriam Otomatis 100mm V-0902 dites terbang, akan tetapi ga ada data-data dari flight test yang bisa ditemukan. akhirnya, V-0902 kaliber 100mm menjadi meriam otomatis pesawat yang paling powerful sepanjang sejarah, dan sampai sekarang ga tertandingi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s