Sejarah pengembangan Long Range Bomber jepang pada Perang Dunia 2

malem ini gw mau membahas tentang Sejarah pengembangan Long-Range Bomber jepang jaman Perang Dunia 2 sekaligus memperingati 73 tahun Pearl Harbor.

jadi jaman PD2, Jepang itu hampir sama dengan negara axis seperti jerman dan Italia, tidak mempunyai Armada pesawat pembom jarak jauh. ironisnya justru jerman dan italia mempunyai pesawat jarak jauh seperti Patrol yang dikonversi jadi pembom, seperti Focke-Wulf Fw-200. malah jepang yang sama sekali tidak memiliki armada pembom jarak jauh. baik jerman, jepang dan italia rely ke medium bomber jarak menengah. karena mengikuti doktrin tempur udara ketiga negara axis tadi, bahwa Angkatan Udara dipakai untuk support operasi di darat.

sekarang gw mau fokus ke jepang saja, sebelum dan pada awal perang pun jepang menyadari bahwa mereka ga punya armada bomber jarak jauh. jadi pada 1939, Jepang membeli Prototype pesawat Douglas DC-4E dari Amerika, yang disebutkan untuk kepentingan maskapai penerbangan jepang. nyatanya, setelah tiba di jepang, Prototype DC-4E kemudian diam-diam diserahkan ke Nakajima Aircraft Company untuk dipreteli dan dipelajari. dan dari sana Nakajima mulai merancang pesawat pembom strategis pertama jepang, Nakajima G5N Shinzan (深山”Mountain Recess”). dan media jepang Asashi Shimbun mempublikasikan bahwa Prototype Douglas DC-4E yang mereka beli kecelakaan di teluk tokyo pada 1941.

Nakajima G5N Shinzan
Nakajima G5N Shinzan

test flight menunjukkan, G5N Shinzan memiliki performa buruk, akibat dari mesin Nakajima NK7A Mamori yang underpowered dan bobot yg berlebih. ditambah lagi Mesin Nakajima NK7A Mamori berkekuatan 1870hp yang engga reliabel dan rewel, sehingga dilakukan penggantian mesin. 4 unit prototype G5N dilengkapi mesin Nakajima NK7A Mamori 1870hp, dan prototype ke 5 dan 6 dilengkapi mesin Mitsubishi MK4B Kasei 1530hp. walaupun Mitsubishi MK4B Kasei lebih bandel dan reliabel, tapi karena powernya lebih lemah, sehingga performa terbang G5N semakin buruk.

akhirnya Proyek G5N dibatalkan pada tahun 1943.

End of Story?

enggak

Nakajima melanjutkan lagi pengembangan Long Range Bomber, khusus untuk memenuhi permintaan dari pemerintah. belajar dari pengalaman di G5N. permintaan yang diterbitkan pada 18 september 1943, Pemerintah meminta Nakajima membuat prototype Long Range bomber lainnya. spesifikasinya, berkecepatan maksimum 590 km/h, mampu membawa 4000 kilogram bom dan mampu menempuh jarak 7400 kilometer. akhirnya, pada Oktober 1944 Nakajima menyelesaikan Prototype pembom yang diminta pemerintah. desainnya mirip campuran antara B-17 dan B-24. dinamai Nakajima G8N Renzan (連山, “Mountain Range”).

Nakajima G8N Renzan
Nakajima G8N Renzan

G8N Renzan ditenagai oleh 4 unit mesin Nakajima NK9K-L Homare, bertenaga 2000 hp. dalam test flight, G8N Renzan terbukti berperforma bagus. tapi sayangnya, karena pemboman dari Far East Air Force terhadap Industri jepang, hanya 4 unit G8N Renzan yang selesai selama perang dunia 2.

okeh, sekarang barulah Secret Project yang sebenarnya. Pada tahun 1943, Mr. Chikuhei Nakajima merancang pembom berukuran raksasaMr. Chikuhei Nakajima berpendapat pada tahun 1943, pengembangan armada pembom B-29 akan menjadi ancaman serius bagi tanah jepang sendiri. dimana pendapat Chikuhei Nakajima benar, karena sejak 1944 kampanye pemboman armada bomber B-29 USAAF terhadap tanah jepang dimulai. maka, secara Private Venture Chikuhei Nakajima merancang sebuah pembom raksasa jarak jauh yang khusus untuk membom benua amerika. dalam proposalnya, Mr. Chikuhei Nakajima mengajukan proyek untuk mengubah jalannya peperangan di pasifik . yaitu merancang pembom raksasa yang take-off dari Tokyo mampu mencapai benua amerika dan mendarat di Berlin . Pemerintah menyetujui proposal Nakajima, dan menyematkan kode Nakajima G10N Fugaku / Mount Fuji .

Konsep Nakajima G10N Fugaku
Konsep Nakajima G10N Fugaku

G10N Fugaku didesain mampu membawa 20 ton bom sejauh 18.000 km, dengan kecepatan 800 km/h di ketinggian 15 km . G10N Fugaku dirancang menggunakan mesin radial 4 lapis 36 silinder Nakajima Ha-54-01, berkekuatan 5000 hp . memiliki panjang 45 meter, rentang sayap 65 meter dan tinggi 8 meter, G10N fugaku berdimensi mirip Boeing B-747 . persenjataan pertahanan diri berupa 2 8 kanon 20mm, 2 di hidung, 2 di ekor, dan 2 di badan. proposalnya, Nakajima G10N Fugaku akan menggunakan contra-rotating propeller, seperti pada Tupolev Tu-95 Bear. dan dengan muatan 20 ton bom, G10N Fugaku tentunya mampu membawa kerusakan serius di benua amerika.

bobot total maksimal pesawat saat take-off mencapai 165 ton, jauuuuh diatas Boeing B-29 Superfortress. sayangnya, G10N pun dibatalkan. alesannya karena situasi jepang yang semakin suram, industri yang terus dibom, dan jepang belum mampu meng handle pesawat raksasa. tapi walaupun begitu, G10N Fugaku dianggap sebagai satu-satunya Ultimate Weapon jepang yang sanggup mengubah jalannya peperangan di pasifik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s