Forgotten Planes : CA-15 Kangaroo

CA-15 Kangaroo adalah prototype pesawat tempur buatan Commonwealth Aircraft Corporation yang didapuk sebagai high-performance fighter dan backbone bagi RAAF / Royal Australian Air Force selama Perang Pasifik dan sesudahnya. CA-15 adalah jawaban dari CAC atas kebutuhan RAAF pada tahun 1942 untuk Fighter yang memiliki performa tinggi untuk menghadapi ancaman pesawat tempur jepang yang sejak 1941 menjadi ancaman paling genting bagi Australia.

CAC CA-15
CAC CA-15

CAC dengan menggunakan data-data, metode dan pengetahuan konstruksi yang didapatkan dari merancang dan memproduksi Fighter CAC Boomerang, Bomber CAC Wirraway dan CAC Woomera, untuk merancang Fighter dengan spesifikasi berdasarkan issue No.2 /42 terbitan RAAF yang menginginkan sebuah fighter baru dengan performa tinggi di hi-altitude, jarak jangkau jauh, yang diharapkan akan menjadi backbone RAAF setelah perang pasifik selesai. Layout pesawat adalah konstruksi all-metal monoplane dengan sayap low wing dengan landing gear yang bisa dilipat, menggunakan mesin Air-Cooled Pratt & Whitney R-2800-21 “Double Wasp” dan dipersenjatai 6 senapan mesin Browning AN/M2 kaliber 12.7mm dan layout sayap mirip dengan A-36 Apache / P-51 Mustang.

pada tahun 1943, Mock Up dari Fighter baru yang diberi nama CA-15 oleh pabrikan CAC selesai, akan tetapi riset dan pengembangan terhambat karena para teknisi ingin membuat CA-15 juga bisa berperforma bagus di ketinggian rendah, sehingga dilakukan penggantian opsi mesin ke mesin water-cooled R-2800-21W, dan proposal untuk improvisasi performa di low altitude bagi CA-15 disetujui RAAF dalam Issue No. 2/43 terbitan 1943. Tahun 1944, pengerjaan prototype pertama CA-15 dilakukan, akan tetapi mesin R-2800-21W tidak tersedia bagi CAC pada saat yang sama.

CAC mengajukan usul untuk mengubah opsi mesin ke hi-altitude version dari Double Wasp, R-2800-57W. namun Amerika Serikat tidak bisa menjamin supply R-2800-57W ke Australia dikarenakan demand bagi mesin R-2800-57W yang sangat tinggi di tahun 1944, tahun puncak perang di eropa, dan persiapan untuk perang besar-besaran di Pasifik pada 1945, sehingga produksi R-2800 dalam berbagai varian difokuskan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri. keadaan ini makin diperparah dengan dimulainya produksi P-51D Mustang secara lisensi di tahun yang sama.

CAC CA-15 in-flight
CAC CA-15 in-flight

akhirnya pihak CAC berpindah lapak dalam mencari powerplant bagi CA-15 yang masih tak memiliki mesin, dimana CAC mengincar mesin Liquid Cooled V-12 Rolls Royce Griffon buatan Inggris yang di tahun yang sama mulai mentenagai spitfire-spitfire RAF, CAC mengincar versi teranyar Griffon, Griffon 125, walaupun mesin Radial Bristol Centaurus juga dimasukkan sebagai pertimbangan. sial bagi CAC, Griffon 125 belum siap untuk diproduksi dan diekspor sehingga pilihan jatuh pada Rolls Royce Griffon 61 yang lebih lemah.

pada April 1945, dua unit mesin Rolls Royce Griffon 61 tiba di Australia, namun pada saat yang sama pemerintah Australia sudah kehilangan minat melanjutkan CA-15 karena ongkos produksi dan riset yag tinggi, namun tetap memutuskan untuk menyelesaikan prototype CA-15. dikarenakan perubahan opsi mesin pada CA-15, maka dilakukan revisi desain yang membuat prototype pertama CA-15 baru selesai pada Februari 1946, ketika perang pasifik sudah selesai. Prototype pertama CA-15 mendapat nomor registrasi RAAF A62-1001 dan mulai masuk tahap ujicoba performa terbang.

CA-15 Kangaroo melakukan tes terbang pertamanya pada 4 Maret 1946, di fasilitas ujicoba No.1 Aircraft Performance Unit (No.1 APU). tes terbang terus berlangsung tanpa ada masalah hingga 10 Desember 1946 dimana CA-15 harus melakukan belly landing karena ada kerusakan pada sistem hidraulik di bagian landing gear. perbaikan para prototype CA-15 berjalan lambat hingga baru selesai pada April 1947, dimana P-51 Mustang lisensi Australia / CA-17 Mustang masuk dinas RAAF dan RAAF sendiri bersiap masuk ke era Jet Age dengan pembelian DeHavilland Vampire sehingga program CA-15 dihentikan untuk selamanya.

CAC CA-15
CAC CA-15

penghentian program CA-15 tidak semerta menghentikan uji terbang CA-15 begitu saja, pada tanggal 25 Mei 1948, Prototype CA-15 berhasil mencapai kecepatan 808 km/h dalam Level Flight, dengan test pilot Flt. Lt. J. Archer. hasil ujicoba terbang CA-15 menunjukkan CA-15 memiliki performa jauh diatas P-47 Thunderbolt dan P-51 Mustang, membuat CA-15 memiliki potensi sebagai Best Fighter di Perang Dunia 2 dan Best piston engine Fighter jika pengembangan CA-15 tidak mengalami beragam kendala dan jadwal molor. CA-15 pun didapuk sebagai Pesawat Tempur terbaik desain asli Australia yang pernah dibuat. alasan mengapa CA-15 gagal bersinar adalah karena beragam kendala dan interuspi terkait supply mesin bagi CA-15 yang membuat jadwal pengembangan dan riset terus mengalami molor dan interupsi, sehingga CA-15 terlambat untuk membuktikan performa nya.

Sumber :

1. Jane’s All The Worlds Aircraft, rocznik 1947

2. W. Green, G. Swanborough “The Complete Book of Fighters”, Smithmark, New York, 1994

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s