Panduan singkat mengenal penamaan pesawat jepang era Perang Dunia 2

Jadi, kalian cukup penasaran untuk membuka artikel ini? jika begitu, maka gue berikan penjelasan dan panduan singkat mengenai penamaan pesawat-pesawat jepang di era Perang Dunia 2, baik dari Angkatan Darat / Rikugun atau Angkatan Laut / Kaigun. tujuan gue membuat artikel ini adalah supaya kedepannya bagi kalian yang pernah membaca artikel ini, kalian akan lebih mudah mengidentifikasi pesawat-pesawat jepang berdasarkan dari peran nya hanya dengan melihat dari namanya. Enjoy!

Sebelumnya, bagaimana sistem penamaan pesawat tempur jepang itu sendiri? selama periode tahun 1929-1945, Jepang menggunakan beberapa sistem penamaan untuk pesawat-pesawatnya. Lain di Angkatan darat, lain pula di Angkatan Laut, dikarenakan rivalitas klasik yang terjadi di kalangan AD dan AL, namun itu akan dibahas dalam artikel yang lain kedepannya. baik AD dan AL jepang menggunakan sistem yang berbeda dalam menamai pesawat-pesawat yang mereka operasikan.

untuk Angkatan Laut Jepang / Kaigun, terdapat Empat jenis penamaan pada pesawat-pesawatnya. Yaitu penamaan menggunakan penanggalan Shi, kemudian menggunakan penamaan Panjang, Penamaan pendek dan Penamaan Populer. masing-masing dari penamaan pesawat berlaku dalam periode yang berbeda-beda. penamaan Shi digunakan pada periode 1931-1945, Penamaan panjang digunakan selama periode 1929-1943, dan penamaan pendek digunakan selama periode 1943-1945. berikut ini penjelasan singkat dari masing-masing tiga sistem penamaan yang berlaku diatas.

Penanggalan Shi

Sejak tahun 1931, setiap proyek pesawat-pesawat milik AL jepang, diberikan nomor Shi atau yang berarti Eksperimental. pemberian nomor Shi didasarkan pada tahun keberapa kaisar yang sedang berkuasa, proyek pesawat baru itu digelontorkan proposal tendernya. dikarenakan prosedur penggunaan penomoran Shi dimulai pada tahun 1941, di masa Kaisar Showa / Kaisar Hirohito, maka tahun yang digunakan adalah Tahun berkuasanya Kaisar Hirohito, sejak tahun 1926. sebagai contohnya, pesawat tempur Mitsubishi Zero diciptakan untuk memenuhi tender proyek 12-Shi, yaitu proyek pesawat tempur angkatan laut jepang pada tahun ke-12 kaisar Hirohito berkuasa, atau pada tahun 1937-1938.

Penamaan Panjang

sistem Penamaan Panjang pada pesawat jepang yang mulai diterapkan pada tahun 1929, memiliki keunikan tersendiri. karena penamaan panjang itu berintikan pada penomoran dua digit terakhir tahun jepang, yang dipercaya dimulai pada tahun 660 sebelum masehi, dengan naik tahtanya Kaisar Jimmu. Setelah dua digit terakhir tahun jepang, ditambahkan deskripsi singkat dari pesawat yang dinamai. sebagai contohnya, Mitsubishi Zero memiliki nama panjang Type 0 Carrier Fighter, dikarenakan masuk dinas operasional pada tahun 1940, dan memberikan julukan yang termahsyur itu “Zero / Zero-Sen”. Contoh lainnya adalah Type 96 Land-based Attack Aircraft, dua digit terakhir, angka “96” menunjukkan tahun jepang, 2596, dan “Land-Based Attack Aircraft” menunjukkan fungsi dan deskripsinya. Penerapan sistem penamaan panjang dihentikan pada tahun 1943 dikarenakan jepang merasa, sistem penamaan panjang memberikan terlalu banyak informasi kepada sekutu.

Penamaan Pendek

Penamaan pendek diadopsi jepang pada akhir tahun 1920an, dengan mengadopsi sistem penamaan AL Amerika yang diterbitkan pada tahun 1922 (“1922 United States Navy aircraft designation system“). sistem penamaannya adalah berupa penggunaan satu atau dua huruf di depan yang akan menunjukkan peran/role pesawat yang dinamai, satu atau dua digit angka untuk menandai seri keberapa pesawat itu dibuat dalam peran yang dimaksud, dan huruf belakang untuk menunjukkan pihak produsen / pabrik pembuatan pesawat tersebut. kita ambil contoh lagi Mitsubishi Zero, memiliki nama pendek A6M. yang berarti Pesawat Tempur kapal induk seri ke-enam yang dibuat oleh Mitsubishi. Untuk memudahkannya, dibawah ini sudah disediakan tabel untuk memahami hubungan antara Huruf dan peranan/role pesawat, serta pabrikan pembuat pesawatnya.

Tipe pesawat
Huruf Type Pesawat
A Pesawat Tempur berbasis Kapal Induk
B Pesawat Pembom berbasis Kapal Induk
C Pesawat Pengintai
D Pesawat Pembom Tukik berbasis Kapal Induk
E Pesawat Intai Amfibi
F Pesawat Pemantau Amfibi
G Pesawat Pembom berbasis daratan
H Kapal Terbang / Flying Boat
J Pesawat Tempur berbasis Daratan
K Pesawat Latih
L Pesawat Transport
M Pesawat dengan Peran Spesial
N Pesawat Tempur Amfibi
P Pesawat Pembom
Q Pesawat Patroli Maritim
R Pesawat Pengintai berbasis daratan
S Pesawat Tempur Malam Hari
Huruf penanda Pabrik Pembuatan
Huruf Pihak Pabrikan Pembuat
A Aichi
North American Aviation
B Boeing
C Consolidated Aircraft
D Showa
Douglas Aircraft
F Grumman
G Hitachi Kokuki
Goodyear
H Hiro
Hawker
He Heinkel
J Nihon Kogata Hikoki
Junkers
K Kawanishi
Kinner
M Mitsubishi
Airspeed
N Nakajima
P Nihon
S Sasebo
Si Showa
V Vought-Sikorsky
W Watanabe
Kyushu
Y Yokusuka
Z Mizuno Guraida Seisakusho

Penamaan Populer

Penamaan Populer diterapkan pada pesawat-pesawat AL Jepang sejak tahun 1943, untuk menggantikan penamaan panjang yang dianggap terlalu banyak memberikan informasi kepada intelejen sekutu. dalam prakteknya, Penamaan Populer ini sering dipadukan dengan penamaan Pendek didalam artikel-artikel sejarah, berlainan dengan dokumen-dokumen intelejen sekutu yang menyebut selalu dengan penamaan populer. seperti contohnya adalah pesawat Pembom Torpedo Nakajima B6N, dengan nama Populernya Tenzan. Sistem penamaan Populer ini pun dijabarkan sebagai berikut ini.

  • Pesawat Tempur (berbasis darat) : nama-nama cuaca
    • Pesawat Tempur berbasis Kapal Induk and Pesawat Tempur Amfibi: nama-nama angin, diakhiri dengan pu atau fu (風)
    • Pesawat Penyergap / Interceptors: nama-nama Petir, diakhri dengan  den (電)
    • Pesawat Pemburu Malam : Nama-nama Cahaya yang diakhiri dengan ko (光)
  • Pesawat Serang / Pembom Torpedo : nama-nama gunung diakhiri dengan zan (山)
  • Pesawat Pembom Tukik : nama-nama rasi bintang dengan akhiran sei (星)
  • Pesawat Patroli Maritim : nama-nama laut dengan akhiran kai (海)
  • Pesawat Pengintai : nama-nama awan dengan akhiran un (雲)
  • Pesawat Latih : Nama-nama Pohon, Bunga dan Tumbuhan
  • Pesawat Transports: nama-nama langit dengan akhiran ku (空)
  • Lain-Lain : nama-nama pemandangan.

dalam beberapa kasus spesial, penamaan diatas tidak berlaku. seperti pesawat khusus Kamikaze seperti rudal berawak Yokosuka MXY-7 Ohka / Cherry Blossom Nakajima Kikka / Orange Blossom. Hal ini juga berlaku untuk pesawat dengan propulsi spesial, seperti Mitsubishi J8M Shushui / Sharp Sword Rocket-Powered Interceptor / Pesawat Penyergap bertenaga Roket. dan Pesawat dengan Prosedur Penggelarannya tidak menggunakan metode Konvensional seperti Aichi M6A1 Seiran / Mountain Haze yang diluncurkan khusus dari Kapal Selam Induk, Kelas I-400.

Nah, untuk Angkatan Darat Jepang, atau Rikugun, Penamaan yang mereka gunakan lebih simple sistemnya. Ada dua yaitu menggunakan nomor digit Tahun pembuatan berdasarkan Tahun jepang, Peran / Role, dan Model ke-berapa dari pesawat yang dinamai, dan yang kedua menggunakan Nomor Urut berhuruf “Ki”. Sistem penamaan AD jepang ini sudah diterapkan sejak tahun 1927 dan terus bertahan hingga tahun 1945. Bagian depan dari sistem penamaan digit ini adalah dua digit terakhir dari Tahun jepang, dengan pengecualian pada tahun 1940, digunakan tiga Digit, 100 (dari tahun jepang 2600), yang kemudian diikuti dengan deskripsi fungsi pesawat yang dinamai. jika ada dua pesawat yang bernomor type sama dan berfungsi sama, maka deskripsi peranan akan disesuaikan untuk memudahkan pembedaan. seperti Type 2 Single-Seat Fighter / Ki-44 dan Type 2 Two-Seat Fighter / Ki-45.

Modifikasi besar-besaran, seperti Modifikasi mesin, akan diindikasikan dengan penambahan Angka Kanji, walau yang paling umum penggunaannya adalah Angka Romawi, untuk menunjukkan sub-type baru hasil modifikasi besar-besaran itu. untuk modifikasi kecil-kecilan, seperti penggantian senjata, maka akan diindikasikan dengan penambahan prefix (甲,乙,丙), atau “kai”(改) jika modifikasinya sudah cukup besar-besaran tapi tidak cukup kriteria untuk dibentuk sebagai sub-type baru.

Penamaan “Ki”

“Ki” (キ; singkatan dari kitai = airframe) ditulis menggunakan angka arabic / biasa, untuk menunjukkan urutan proyek pengembangan pesawat, dan digunakan dalam urutan beruntun, dimulai dari angka 1, terbebas dari type dan pabrikan pembuatnya. tapi dalam penerapannya, pengurutan “Ki” juga diberlakukan sebagai penamaan standar untuk pesawat yang sudah masuk dinas operasional.

ada satu lagi, yaitu Penamaan Populer walau penamaan ini tidak termasuk dalam sistem baku penamaan pesawat-pesawat tempur AD Jepang. contohnya adalah pesawat tempur Ki-43 yang populer dengan nama Hayabusa, Ki-44 dengan nama Shoki dan Ki-45 dengan nama Toryu.

berikut ini, dilampirkan tabel pengurutan nomor Type berdasarkan tahun pada Kalender

Kalender Gregorian Nomor Type
(AD & AL)
Kalender Tahun Jepang Kalender Era Nengo

/Tahun Berkuasa Kaisar

Nomor Eksperimental AL
Shisaku / Shi
1921 Type 10 (Taisho) 2581 Taisho 10
1922 Type 11 (Taisho) 2582 Taisho 11
1923 Type 12 (Taisho) 2583 Taisho 12
1924 Type 13 (Taisho) 2584 Taisho 13
1925 Type 14 (Taisho) 2585 Taisho 14
1926 (to 25 Dec.) Type 15 (Taisho) 2586 (to 25 Dec.) Taisho 15
1926 (from 26 Dec.) 2586 (from 26 Dec.) Showa 1
1927 Type 87 2587 Showa 2
1928 Type 88 2588 Showa 3
1929 Type 89 2589 Showa 4
1930 Type 90 2590 Showa 5
1931 Type 91 2591 Showa 6 6-Shi
1932 Type 92 2592 Showa 7 7-Shi
1933 Type 93 2593 Showa 8 8-Shi
1934 Type 94 2594 Showa 9 9-Shi
1935 Type 95 2595 Showa 10 10-Shi
1936 Type 96 2596 Showa 11 11-Shi
1937 Type 97 2597 Showa 12 12-Shi
1938 Type 98 2598 Showa 13 13-Shi
1939 Type 99 2599 Showa 14 14-Shi
1940 Type 100 or 0 2600 Showa 15 15-Shi
1941 Type 1 2601 Showa 16 16-Shi
1942 Type 2 2602 Showa 17 17-Shi
1943 Type 3 2603 Showa 18 18-Shi
1944 Type 4 2604 Showa 19 19-Shi
1945 Type 5 2605 Showa 20 20-Shi

Dan Dibawah ini dilampirkan beberapa contoh pesawat-pesawat baik dari AD maupun AL jepang, Lengkap dengan Tipe-Tipe penamaan yang berlaku di masing-masing Angkatan.

0=Rei (零), 1=Ichi (一), 2=Ni (二), 3=San (三), 4=Yon (四), 5=Go (五), 6=Roku (六), 7=Nana (七), 8=Hachi (八), 9=Kyu (九), 100=Hyaku (百).  Pengejaan nomor dua digit, cukup dengan mengkombinasikan pengejaan masing-masing digit secara terpisah. Sebagai Contoh, Type 97 dibaca Kyu-Nana Shiki (九七式), BUKAN Kyu-JUH Nana Shiki (九十七式).
Imperial Japanese Navy / AL

Pesawat Tempur

Type 96 Carrier Fighter (A5M Claude)
96 Shiki Kanjoh Sentoh-ki (九六式艦上戦闘機) Abbrev.  96 Kansen (九六艦戦)

Type 0 Carrier Fighter (A6M Zeke)
0 Shiki Kanjoh Sentoh-ki  (零式艦上戦闘機) Abbrev. 0-sen (零戦)

Pesawat Pembom Tukik berbasis kapal induk

Type 99 Carrier Bomber (D3A Val)
99 Shiki Kanjoh Bakugeki-ki (九九式艦上爆撃機) Abbrev. 99 Kanbaku (九九艦爆)

Pesawat Serang / Pembom Torpedo berbasis kapal induk

Type 97 Carrier Attack Aircraft (B5N Kate)
97 Shiki Kanjoh Kohgeki-ki (九七式艦上攻撃機) Abbrev. 97 Kankoh (九七艦攻)

Pesawat Serang / Pembom berbasis darat

Type 96 Land-based Attack Aircraft (G3M Nell)
96 Shiki Rikujoh Kohgeki-ki (九六式陸上攻撃機) Abbrev . 96 Rikkoh (九六陸攻)

Type 1 Land-based Attack Aircraft (G4M Betty)
1 Shiki Rikujoh Kohgeki-ki (一式陸上攻撃機) Abbrev. 1 Shiki Rikkoh (一式陸攻)

Pesawat Amfibi

Type 0 Reconnaissance Seaplane (E13A Jake)
0 Shiki Suijoh Teisatsu-ki (零式水上偵察機) Abbrev.  0-Sui (零水)

Type 0 Observation Seaplane (F1M Pete)
0 Shiki Suijoh Kansoku-ki (零式水上観測機) Abbrev. 0-Kan (零観)

Type 2 Fighter Seaplane (A6M2-N Rufe)
2 Shiki Suijoh Sentoh-ki (二式水上戦闘機) Abbrev. 2 Shiki Sui-sen (二式水戦)

Kapal Terbang

Type 97 Flying Boat (H6K Mavis)
97 Shiki Hikoh-tei (九七式飛行艇) Abbrev.  97 Taitei (九七大艇)

Type 2 Flying Boat (H8K Emily)
2 Shiki Hikoh-tei (二式飛行艇) Abbrev. 2 Shiki Taitei (二式大艇)

Pesawat Intai

Type 98 Land-based Reconnaissance Aircraft (C5M Babs)
98 Shiki Rikujoh Teisatsu-ki (九八式陸上偵察機) Abbrev. 98 Riku-tei (九八陸偵)
Imperial Japanese Army / AD

Pesawat Tempur

Type 97 Fighter (Ki 27 Nate)
97 Shiki Sentoh-ki (九七式戦闘機) Abbrev. 97-sen (九七戦)

Type 1 Fighter (Ki 43 Oscar)
1 Shiki Sentoh-ki (一式戦闘機) Abbrev. 1 Shiki sen (一式戦)

Type 2 Single Seat Fighter (Ki 44 Tojo)
2 Shiki Tan-za Sentoh-ki (二式単座戦闘機) Abbrev. 2 Shiki Tan-sen (二式単戦)

Type 2 Two-seat Fighter (Ki45 Nick)
2 Shiki Fuku-za Sentoh-ki (二式複座戦闘機) Abbrev.  2 Shiki Fuku-sen (二式複戦)

Type 3 Fighter (Ki 61 Tony)
3 Shiki Sentoh-ki (三式戦闘機) Abbrev. 3 Shiki sen (三式戦)

Type 4 Fighter (Ki 84 Frank)
4 Shiki Sentoh-ki (四式戦闘機) Abbrev. 4 Shiki sen (四式戦)

Type 5 Fighter (Ki 100)
5 Shiki Sentoh-ki (五式戦闘機) Abbrev. 5 Shiki sen (五式戦)

Pesawat Pembom

Type 97 Heavy Bomber (Ki 21 Sally)
97 Shiki Juh Bakugeki-ki (九七式重爆撃機) Abbrev. 97 Juh-baku (九七重爆)

Type 100 Heavy Bomber (Ki 49 Helen)
100 Shiki Juh Bakugeki-ki (100式重爆撃機 or 百式重爆撃機) Abbrev. 100 Shiki Juh-baku (100式重爆 or 百式重爆)

Type 4 Heavy Bomber (Ki 67 Peggy)
4 Shiki Juh Bakugeki-ki (四式重爆撃機) Abbrev. 4 Shiki Juh-baku (四式重爆)

Pesawat Pembom Ringan

Type 97 Light Bomber (Ki 30 Ann)
97 Shiki Kei Bakugeki-ki (九七式軽爆撃機) Abbrev. 97 Kei-baku (九七軽爆)

Type 98 Light Bomber (Ki 32 Mary)
98 Shiki Kei Bakugeki-ki (九八式軽爆撃機) Abbrev. 98 Kei-baku (九八軽爆)

Type 99 Twin-engined Light Bomber (Ki 48 Lily)
99 Shiki Soh-hatsu Kei Bakugeki-ki (九九式双発軽爆撃機) Abbrev. 99 Soh-kei (九九双軽)

Pesawat Intai

Type 97 Command Reconnaissance Plane (Ki 15 Babs)
97 Shiki Shireibu Teisatsu-ki (九七式司令部偵察機) Abbrev. 97 Shi-tei (九七司偵)

Type 100 Command Reconnaissance Plane (Ki 46 Dinah)
100 Shiki Shireibu Teisatsu-ki (100式司令部偵察機 or 百式司令部偵察機) Abbrev. 100 Shiki Shi-tei (100式司偵 or 百式司偵)
(Often referred to simply as the Shin Shi-tei (新司偵), i.e. New Command Recce)

Type 99 Assault Plane/Type 99 Army (i.e. Tactical) Reconnaissance Plane (Ki 51 Sonia)
99 Shiki Shuhgeki-ki/99 Shiki Gun Teisatsu-ki (九九式襲撃機/九九式軍偵察機) Abbrev.  99 Gun-tei (九九軍偵)
(Crews appear to have referred to the Ki 51 most often as Gun-tei (軍偵) regardless of the version being referred to.)

Type 98 Direct Cooperation Reconnaissdance Plane (Ki 36 Ida)
98 Shiki Chokusetsu Kyohdoh Teisatsu-ki (九八式直接協同偵察機) Abbrev. 98 Chokkyoh (九八直協)

Type 99 Advanced Trainer (Ki 55 Ida)
99 Shiki Kohtoh Renshuh-ki (九九式高等練習機) Abbrev. 99 Koh-ren (九九高練)

Oh ya…. gue kasih sedikit kuis, untuk mengasah sejauh mana kalian, para pembaca memahami tulisan gue diatas. gue kasih sedikit soal, jawabannya cukup mention ke akun pribadi gue, @comissarfoxtrot . Kuis nya adalah mendeskripsikan dengan jelas dan lengkap dari pesawat-pesawat yang disebutkan dibawah, tahun dibuatnya, peranannya.

1. Army Type 93 Heavy Bomber 

2. Army Type 99 Twin-engined Light Bomber

3. B3N

4. J1N

Semoga Artikel ini Bermanfaat bagi yang membacanya, Have a nice day, Cheers!

Refrensi :

  • Jim Lansdale on http://www.j-aircraft.org/
  • Wikipedia
Advertisements

2 thoughts on “Panduan singkat mengenal penamaan pesawat jepang era Perang Dunia 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s