Asal mula pemberian kode pada pesawat tempur Jepang era Perang Dunia 2 oleh Sekutu

mungkin para pembaca sudah mengetahui bahwa pada masa perang dunia kedua, Sekutu memberikan nama-nama / nickname / julukan kepada pesawat pesawat jepang. seperti yang umum kalian dengar, seperti Mitsubishi A6M Zero / Zeke, Mitsubishi G4M Betty, Nakajima B5N Kate. Dan mungkin pula kalian kebanyakan berpikir bahwa nama ini diberikan begitu saja buat memudahkan, atau bagi yang tekun belajar tentang perang pasifik, mengetahui sekutu menggunakan nama cowok untuk pesawat tempur, nama cewek untuk pesawat pembom, kapal terbang, pesawat pengintai, dan lain lain. Tapi, apakah semua itu muncul begitu saja? bagaimana nama-nama itu disematkan ke beragam pesawat jepang yang ditemui dan diidentifikasi sekutu? bagaimana asal mula penamaan ini? mengapa sekutu melakukan hal ini?

Jadi, setelah perang pasifik dimulai, pilot-pilot amerika menyadari bahwa menyebut nama pesawat jepang dengan merujuk ke nama aslinya itu sungguh awkward dan merepotkan, dan juga malesin untuk dihapal satu satu. kalian gak ingin bukan, di dalam situasi genting di tengah dogfight, ketika kalian berpacu dengan waktu, setiap detik berharga, dan tiba-tiba kawan kalian memperingatkan kalian lewat radio “Awas! ada Mitsubishi Type 0 Carrier Fighter di arah jam 7 lu!”, mungkin kalian akan merasa sebal, sebal karena buang-buang waktu mendengar ocehan panjang di radio hanya untuk memperingatkan datangnya satu pesawat musuh, dan sebal karena kemungkinan besar setelah kalian menengok ke arah pesawat itu datang, pesawat musuh sudah menembaki pesawat kalian terlebih dahulu. sungguh merepotkan dan menyebalkan bukan? bayangkan apabila ada beragam type pesawat yang harus dilaporkan.

“peringatan, formasi musuh terlihat. ada Mitsubishi Type 0 Carrier Fighter, Aichi Type 99 Dive Bomber, Nakajima Type 97 Torpedo Bomber”

atau seperti ini

“Peringatan, formasi musuh terlihat. ada A-enam-Em-dua, ada De-Tiga-A-Sati, ada Be-Lima-En-Dua”

dalam kasus paling parah malah akan seperti ini

“peringatan, formasi musuh terlihat. ada Type 96 Carrier Fighter dan Type 96 Land Based Attack Bomber, ditambah ada lagi Type 96 Torpedo Bomber”

kemungkinan besar, yang kalian ingin ungkapkan ketika mendengar itu adalah

“lu ngomong apaan sih? bawel, ribet tauk!”

“……….. lu ngomong apaan dah gua ga denger”

itulah mengapa, Frank T. McCoy Jr, seorang kapten dari USAAF Allied Technical Air Intelligence Unit (USAAF-ATAIU) yang berbasis di Australia, pada tahun 1942 menciptakan suatu sistem penamaan sederhana, yang tujuannya memudahkan dalam mengidentifikasi pesawat-pesawat jepang, hanya dengan menggunakan sebutan nama-nama yang sederhana dan mudah diingat. McCoy bekerjasama dengan Sersan Francis M. “Fran” Williams dan Kopral Joseph Grattan yang dua-duanya merupakan kolega McCoy di ATAIU. konsep penamaan yang diciptakan McCoy dkk sederhana, membagi pesawat jepang dalam dua jenis. Fighter dan non-Fighter atau apa kek itu au ah bodo amat. Pembagian sistem penamaannya adalah, untuk pesawat tempur / Fighter, akan diberi kode nama laki-laki, dan untuk pesawat pembom, pengintai, kapal terbang, apapun itulah selain fighter, dinamai nama perempuan. tapi gak sesimple itu terus, dalam praktek dan perkembangannya, sistem penamaan McCoy direvisi lagi, untuk pesawat latih akan diberi nama pepohonan, pesawat Kargo / Transport akan diberi nama yang depannya dan pesawat glider akan diberi nama burung.

Bagaimana pesawat-pesawat itu mendapatkan namanya oleh sistem penamaan McCoy? yaitu dengan menggunakan nama-nama yang familiar di kehidupan McCoy, Grattan dan William. tidak ada SoP namanya harus gimana gimana gimana, yang penting selama ngikutin sistem McCoy, beres segala urusan. sebagai contohnya, pesawat pembom ringan Mitsubishi Ki-2 / Type 93 Light Bomber, diberi nama Louise, istrinya Frank McCoy, setelah McCoy melihat pesawat itu di majalah-majalah jepang yang disita dan keinget istrinya saat itu. kode Frank tadinya dipakai untuk konsep pesawat fighter yang sempat nongol di majalah-majalah jepang, namun ternyata itu hanya rekayasa belaka. di tahun 1944 nama Frank dipakai untuk pesawat tempur andalan Angkatan Darat Jepang / IJA, Nakajima Type 4 Fighter / Ki-84.

kisah unik lainnya adalah ketika McCoy mengidentifikasi pesawat amfibi Yokosuka E14Y, yang tadinya McCoy kira adalah pembom tukik Aichi D3A Val yang diberi pelampung, sehingga dinamai June, nama anak perempuan McCoy. namun setelah McCoy mengetahui bahwa E14Y adalah pesawat tersendiri, ia mengubah kode nya dari June menjadi Paul. Francis William, kolega McCoy juga enggak jauh-jauh dari keluarga dalam membantunya menamai pesawat jepang yang diidentifikasi Intelejen sekutu. seperti Mitsubishi G4M Land Based Bomber / Mitsubishi Type 1 Attack Bomber, ia beri nama Betty, dari nama seorang perawat rumah sakit berparas cantik yang Francis sempat temui dan kenalan di Bridgeville, Pennsylvania. ketika Frances menerima laporan identifikasi pesawat “P1Y1 Experimental Type 15 land-based bomber”/Yokosuka P1Y Ginga. Francis mengira, P1Y adalah pesawat tempur mesin ganda, sehingga ia menamainya dengan nama Francis, namanya sendiri. belakangan diketahui bahwa P1Y adalah pesawat pembom, nama kodenya diubah ke versi feminimnya Frances.

Joseph “Joe” Grattan menamai pesawat Intai Tachikawa Ki-36/Ki-55 sebagai Ida, nama pacar Joe yang ditinggal pergi Joe berperang dan dijanjikan akan dinikahi Joe setelah kembali ke Amerika Serikat. Pesawat pembom tukik Type 99 Dive Bomber / Aichi D3A dinamai Val, nama panggilan seorang sersan Angkatan Darat Australia yang merupakan teman dekat dari Mayor Ben Cain, atasannya Frank McCoy. Mitsubishi Type 96 Carrier Fighter / A5M diberi nama Claude, nama teman dekat McCoy yang berdinas di Angkatan Darat Australia. Kawanishi N1K2-J Shinden diberi nama George, berasal dari nama kolega Frank McCoy dan kawan-kawan, George Vivian Remmington. George Remmington adalah orang yang bertanggung jawab menggambar sketsa detail dari setiap pesawat jepang yang berhasil diidentifikasi oleh McCoy dan kawa-kawan, untuk kemudian dijadikan poster dan disebar ke satuan-satuan udara AS yang beroperasi di Teater Pasifik, untuk melatih kejelian maa pilot-pilot AS dalam mengidentifikasi secara cepat pesawat jepang yang dilihat.

tetapi tidak semua nama-nama itu berasal dari kehidupan personal masing-masing tim McCoy, seperti pada Kawasaki Type 3 Fighter / Ki-61 Hien, yang diberi nama Tony. diberi nama Tony karena pada awalnya sekutu mengira Ki-61 adalah pesawat buatan italia, Macchi MC.202, sehingga intelejen sekutu memutuskan nama Tony yang identik dengan nama orang italia Toni sebagai nama bagi Ki-61, yang baru diketahui kemudian bahwa Ki-61 adalah pesawat desain jepang sendiri, bukan Macchi MC.202. Nakajima Type 2 Fighter / Ki-44 Shoki dijuluki pilot-pilot sekutu di Arena operasi Burma dan India sebagai Tojo, dari nama Perdana Menteri Jepang saat itu, Hideki Tojo. Intelejen sekutu memberi nama John bagi Nakajima Ki-44, akan tetapi nama Tojo lebih populer dan umum dipakai di lapangan. yang paling sering kita terlewat adalah, Mitsubishi Type 0 Carrier Fighter / Mitsubishi A6M. Para Pilot sekutu setelah mengetahui nama asli pesawat tempur A6M, yaitu Type 0, mengadopsi Zero yang berarti Nol bagi pesawat itu, namun intelejen sekutu menerbitkan nama Zeke sebagai nama bagi Mitsubishi A6M. walau begitu Pilot sekutu tetap sering menggunakan nama Zero.

ketika versi penyempurnaan dari A6M2 Zero Muncul, yaitu A6M3, Sekutu memutuskan memberikan nama baru. yaitu Hamp sebagai bentuk penghormatan bagi Jendral Henry H “Hamp” Arnold. namun tak lama kemudian, diubah lagi menjadi Hap setelah diketahui Jendral Arnold tidak menyukai pemberian nama itu.

untuk kasus Jendral Arnold, kemungkinan besar kasusnya begini : orang pun gaakan suka namanya disebut-sebut ketika orang lain ingin membunuh orang lain. begitupun juga Jendral Arnold. jadi ketika ia menyadari bahwa Pilot menggunakan nama panggilannya untuk pesawat tempur jepang yang biasa mereka jagal tiap hari, Jendral Arnold protes dan meminta nama itu diganti. mungkin itu bisa dimaklumi, bagaimana kalian bisa engga gusar ketika nama kalian disebut-sebut orang yang ingin menjagal orang lain dengan menggunakan nama kalian sebagai panduan

“Hei lihat, ada rombongan Hamp disana, waktunya kita jagal Hamp-Hamp itu!”

yap, Jendral Arnold, saya mengerti isi hatimu saat itu……….

Toryu alias Dragon Slayer

Refrensi :

  • Wikipedia
  • j-aircraft.org
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s