Kawasaki Ki-61 Hien, Pesawat Jepang Rasa Jerman

Kawasaki Ki-61 Hien / Tony

Ki-61 Hien adalah pesawat tempur buatan Jepang pada era Perang Dunia II yang dioperasikan oleh Imperial Japanese Army Air Service. Ki-61 merupakan satu-satunya pesawat tempur jepang dengan mesin Inline V Engine yang memasuki Produksi massal dengan total 2500an unit diproduksi sejak 1943 sampai 1945.

Kawasaki Ki-61 diciptakan dari Program pesawat tempur berkecepatan tinggi Angkatan Darat Jepang pada Tahun 1939, Diasuh oleh Insinyur kawakan dari Kawasaki, Takeo Doi. Program yang diadakan pada tahun 1939 me-request 2 jenis Fighter, keduanya ditenagai oleh Mesin Kawasaki Ha-40, Lisensian dari Daimler Benz DB-601Aa buatan Jerman. Lahirlah Ki-60 dan Ki-61 oleh Desainer Kawasaki, Takeo Doi. Ki-60 adalah pesawat tempur penyergap / Interceptor berkecepatan tinggi, dipersenjatai berat dan memiliki wing loading yang tinggi. sedangkan yang kedua adalah Ki-61 yang lebih ringan wing loading, dan persenjataannya. ditujukan sebagai Air Superiority dan Multirole Fighter daripada Interceptor seperti pada Ki-60. Performa Ki-60 yang mengecewakan membuat Takeo Doi dan Tim Desainer Kawasaki merevisi Desain Ki-61 berdasarkan pengalaman-pengalaman yang didapat dari Uji coba Ki-60.

Ki-61 Hien pada mulanya disangka sebagai Messerschmitt Bf-109, kemudian disangka sebagai desain pesawat Italia. oleh sebab itu sekutu menamakannya “Tony”, nama yang berbau “Italiano” menurut mereka.

Ki-61 Hien ditenagai oleh Kawasaki Ha-40 liquid-cooled inverted V12 engine, Lisensi dari Mesin Daimler-Benz DB.601. Ki-61 varian selanjutnya (Ki-61-II) ditenagai oleh Kawasaki Ha-140 yang juga Inline V-12 Engine, Sepantaran Daimler-Benz DB-605. Setelah pabrik produksi mesinnya dibom sekutu pada 1945, Airframe yang tersisa diubah untuk memuat mesin Radial Mitsubishi Ha-112 / Mitsubishi Kinsei, yang kemudian berubah kode menjadi Ki-100.

Ki-61 Sendiri dipersenjatai oleh 2 kanon Ho-5 kaliber 20mm di sayap dan 2 senapan mesin Ho-103 kaliber 12.7mm di Engine Cowling.

Walaupun pada Debutnya di Irian pada 1943 tidak berjalan mulus karena kesulitan perawatan dan supply suku cadang, terlebih lagi karena masih baru, masalah-masalah mulai bermunculan. Terlepas dari segala macam masalah di Lapangan, Ki-61 langsung menjadi momok baru sekutu di udara. Laporan sekutu menyebutkan :

“The new Japanese fighter caused some pain and consternation among Allied pilots, particularly when they found out the hard way that they could no longer go into a dive and escape as they had from lighter Japanese fighters. …General George Kenney [Allied air forces commander in the Southwest Pacific] found his P-40s completely outclassed, and begged for more P-38s to counter the threat of the new enemy fighter.”

Menurut Laporan dari Test pilot sekutu yang menguji Ki-61 Hien setelah perang, Ki-61 Hien memiliki performa yang bagus di ketinggian medium, tetapi disayangkan karena Supercharger yang tidak reliabel dan mesin yang tidak se-powerful versi aslinya buatan Daimler-Benz Jerman. Ki-61 tidak bisa berbuat banyak ketika harus menghadapi Bomber B-29 Superfortress, dikarenakan Supercharger yang tidak pas untuk ketinggian operasional B-29 (10-12 km) hingga persenjataan yang terlalu ringan untuk menjatuhkan B-29. hingga dibentuk satuan Tokkotai / Special Attack Unit khusus untuk menabrakkan diri ke Bomber B-29 (Kamikaze udara) yang dilengkapi sebagian besar dengan Ki-61, diluar usaha Interception secara konvensional dibawah 244th Hiko Sentai / Fighter Group. karena dibandingkan pesawat tempur jepang yang lain, Ki-61 memiliki kapabilitas terbaik di ketinggian tinggi dibandingkan pesawat jepang lainnya, berkat Supercharger yang merupakan bagian dari lisensi mesin DB-601. Pilot sekutu juga mengatakan View Cockpit dari Ki-61 terlalu sempit, karena desain kanopinya belum bubble. terlebih lagi hidung yang panjang mempersempit pandangan ke depan.

Di Indonesia, satuan yang mengoperasikan Ki-61 Hien adalah 19th Sentai dan 59th Sentai

Akhirnya, diluar Irian, Asia Tenggara, Filipina, dan Okinawa, Ki-61 Hien lebih banyak berperan dalam Pertahanan Dalam Negeri Jepang pada fase akhir perang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s